Minggu, 02 April 2017

KONGBENG TERUS MENATA DIRI

Ketika hari minggu tiba saat yang paling di tunggu-tunggu oleh para pelaku bisnis retail di pasar marga mulya dan pasar wanasari juga oleh seluruh pedagang di sepanjang jalan poros antar propinsi KALTIM KALTARA  ini. Ruame banget bahkan sempat macet seperti melintasi jalan-di ibu kota layaknya.
Para pelaku bisnis di sini memasang harga yang begitu tinggi. Dan tetap laris manis. Lah wong ga ada yang ngawasi dan melarang ko?. Memang tidak semua pelaku bisnis di sini melakukan hal yang sama. Ada juga beberapa yang masih menggnggunakan hati nurani dan etika serta hukum agama yang mereka anut dalam berjual beli.
Andai masing-masing pedagang menggunakan hukum atau aturan jual beli dalam menjual barang daganganya,menurut syariat agamnya,pasti mereka akan cukup berhati-hati dalam melakukan jual beli.
Mungkin cuma itulah yang bisa dilakukan oleh para pelaku bisnis di Muara wahau dan kongbeng.
Ironinya pihak yang berwenang yang terkait dengan urusan beginian tetap tak menjalankan fungsinya.
Sehingga keberadaan ini terus berlanjut tak bisa dikendalikan lagi. (Istilah populernya SING PENTING ONO BARANGE AKU ISO TUKU.) Yang penting ada barangnya saya bisa beli.Red.
Maka tidak heran jika mereka mampu bersaing dalam permainan harga yang lincah ,semau gue? Dialah  yang akan jaya.
Pembeli adalah raja ?itu hanya berlaku saat dia masuk ke tolo itu dan pasti diperlakukan semanis mungkin. Tapi saat si pembeli menawar harga...heheh jangan harap di jawab.
Oya..yang menggelikan.lagi,ada beberapa penjual yang ogah banget mengembalikan uang kembalian dengan uang recehan atau lembaran seribu atau dua ribu. Maka tak heran jika ada pembelibyang marah saat menerima uang kembalianya dengan beberapa butir permen untuk mengganti pecahan uang kembalian,dengan alasan klasik. Maaf ga ada uang recehan ..?.padahal selembar uang recehan adalah hak mutlak si pembeli yang harus di siapkan oleh si pedagang.
Contoh nya saat saya membeli pulsa. 10 ribu dihargai 13 ribu. Uang saya 15.ribu. dengan tanpa beban si penjual merogoh permen 4 butir. ? Dengan wajah datar dan tidak merasa bersalah dia bilang trima kasih? Hehehe... peemainan bisnis yang liar biasa bukan. Seakan uang kecil yang jadi hak kita disepelekan.
Semoga pelaku bisnis di wilayah kita sadar bahwa pembeli adalah raja. Danharus mendapat penghargaan.

IKLAN

TRAVEL MITRA NIAGA MUARA WAHAU

SEDANG DI PUTAR SAAT INI