Rabu, 05 April 2017

USAHA KREATIF ALTERNATIF JADI PENGUSAHA SUKSES

Pada mulanya memang sangat menyakitkan dan sangat sulit mewujudkan sebuah mimpi ,untuk jadi nyata.Tetapi sekarang semua mimpi dan dan kerja keras itu jadi nyata. Seperti yang di lakukan oleh Supriady. Meskipun cuma modal otodidak namun sobat kita ini mampu mengaplikasikan sebuah mimpi mempunyai karya dan usaha sendiri bukan lagi jadi khayalan
Doi kini telah membuka usaha sendiri dan mampu mewujudkan semua yang dahulu hanya dalam angan-angannya.
Dari asalnya seorang pekerja dari sebuah bengkel elektronik biasa,kini doi sudah bisa mengembangkan diri menjadi seorang wirausaha muda di bidang Servis dan bisnis elektronika yang cukup banyak pelangganya. Kalangan sopir di muara wahau dan kongbeng ,hampir semuanya mengenal dan mempercayakan pekerjaan yang berurusan tentang elwktronik pasti kepadanya. Tak heran jika Nama PUJANGGA ELEKTRONIK yang menjadi brandnya Cukup dikenal di Muara wahau.
MODAL OTAK DAN ATIKKendala yang sering muncul dan pasti dijadikan alasan.orang untuk mengurungkan niatnya membuka usaha susah pasti masalah permodalan. Atau uang.
Namun hal itu tidak berlaku bagi Pemilik Bengkel elektronik  PUJANGGA ELEKTRONIK ini. Soalnya  awal membuka usaha di bidang servis elektronik itu  doa memulainya jadi tenaga ahli,dan dari skielnya itulah Doi nekad membuka usaha dengan memperbaiki,tape mobil. Dari yang manual sampai yang digital.
Dengan modal kemampuanya itulah doi mulai dipercaya pelangganya dengan hasil kerjanya yang memuaskan,dan mampu mengatasi berbagai masalah yang dikeluhkan para pelanggan tentang peralatan elwktronoknya yang sedang bermasalah.Bahkan doi mampu memodifikasinya,sehingga hasilnya sangat disukai oleh pelanggan atau calon pelangganya. Dari awal itulah doi mampu mengumpulkan modal untuk membuka usahanya yang sekarang.
TIDAK GENGSIAN.
SUPRIADY
Tidak mengenal kata atau kalimat gengsi,dalam.melakukan karya kerjanya.walaupun  dahulu tidak.memiliki modal ,bahkan cukup banyak orang yang  amun pemilik usaha servis imenyepelekannya ,justeru itu yang terus dijadikan pemicu semangatnya dalam berusaha. Doi,tidak mengenal kata sombong,tidak mengenal kata tidak  mau dalam.menerima segala jenis servisan yang berhubungan dengan elektronik..
Supri,begitu nama akrabnya dikenal.sampai saat ini tidak sungkan di suruh memperbaiki  lampu senter ,penanak nasi elektronik,dan bahkan segala jenis elektronik yang semestinya tidak layak diservis,namun doi menerima dan melakukannya dengan segala upayanya. Hingga konsumenya merasa puas atas kerja kerasnya.
MENYERVIS DIGITAL MENJADI UNGGULANNYA.
Saat ini doi lagi banyak.menerima semua jenis barang elektronik berjenis serba digital,yang kata sebagian orang bilang,rusak ya buang aja. Tv digital,layar lcd,plasma tv.semua mampu dikerjakan dan diservisnya. Jadi terbantah sudah bagi sebagian orang yang menganggap bahwa jenis elektronik seperti itu tidak bisa diperbaiki. (Pengecualian.).jika.kondisinya terbakar..!.
Ya kan ,guys. Untuk mendapatkan uang iti ternyata tidak semuanya harus tergantung bekerja pada perusahaan.
Sekedar motifasi,bahwa kita yang mempunyai Skiel,sebaiknya gunakan Skielnya untuk membangkitkan diri dan memperbaiki ekonomi keluarga.
Ayo terus berkarya guys.

Minggu, 02 April 2017

KONGBENG MUARA WAHAU TERUS MENATA PEREKONOMIAN

Ketika hari minggu tiba saat yang paling di tunggu-tunggu oleh para pelaku bisnis retail di pasar marga mulya dan pasar wanasari juga oleh seluruh pedagang di sepanjang jalan poros antar propinsi KALTIM KALTARA  ini. Ruame banget bahkan sempat macet seperti melintasi jalan-di ibu kota layaknya.
Para pelaku bisnis di sini memasang harga yang begitu tinggi dan bervariasi. Dan tetap laris manis. Lah wong ga ada yang ngawasi dan mengatur, ko?. Memang tidak semua pelaku bisnis di sini melakukan hal yang sama. Ada juga beberapa yang masih menggnggunakan hati nurani dan etika serta hukum  syariah agama yang mereka anut dalam berjual beli.
Andai masing-masing pedagang menggunakan hukum atau aturan jual beli dalam menjual barang daganganya,menurut syariat agamnya,pasti mereka akan cukup berhati-hati dalam melakukan jual beli.
Mungkin cuma itulah yang bisa dilakukan oleh para pelaku bisnis di Muara wahau dan kongbeng.
Ironinya pihak yang berwenang yang terkait dengan urusan beginian tetap tak menjalankan fungsinya.
Sehingga keberadaan ini terus berlanjut tak bisa dikendalikan lagi. (Istilah populernya SING PENTING ONO BARANGE AKU ISO TUKU.) Yang penting ada barangnya saya bisa beli.Red.
Maka tidak heran jika mereka mampu bersaing dalam permainan harga yang lincah ,semau gue? Dialah  yang akan jaya.
Pembeli adalah raja ?itu hanya berlaku saat dia masuk ke tolo itu dan pasti diperlakukan semanis mungkin. Tapi saat si pembeli menawar harga...heheh jangan harap di jawab.
Oya..yang menggelikan.lagi,ada beberapa penjual yang ogah banget mengembalikan uang kembalian dengan uang recehan atau lembaran seribu atau dua ribu. Maka tak heran jika ada pembeli yang ngedumel bahkan  marah ,saat menerima uang kembalianya dengan beberapa butir permen untuk mengganti pecahan uang kembalian,dengan alasan klasik. Maaf ga ada uang recehan ..?.padahal selembar uang recehan adalah hak mutlak si pembeli yang harus di siapkan oleh si pedagang.
Contoh nya saat saya membeli pulsa. 10 ribu dihargai 13 ribu. Uang saya 15.ribu. dengan tanpa beban si penjual merogoh permen 4 butir. ? Dengan wajah datar dan tidak merasa bersalah dia bilang trima kasih? Hehehe... peemainan bisnis yang liar biasa bukan. Seakan uang kecil yang jadi hak kita disepelekan.
Semoga pelaku bisnis di wilayah kita sadar bahwa pembeli adalah raja. Dan harus mendapat penghargaan.

IKLAN

TRAVEL MITRA NIAGA MUARA WAHAU

SEDANG DI PUTAR SAAT INI