Selasa, 26 Januari 2016

PERSETERUAN PILKADA KUTIM berakhir di MK Pemenangnya tetap ISMU KB.

PLAYER RADIO MUARA WAHAU ON LINE








Hampir selama dua bulan Masyarakat kutai timur bertanya -tanya, bagai mana Persoalan perselisihan Hasil Pilkada serentak di KUTAI TIMUR? .Hingga Suhu politikpun makin memanas terutama di medsos, yang merupakan alat ampuh untuk mengglang dukungan, tercatat dalam ku run waktu enam bulan saja group facebook dari ketiga pasangan kandidat sangat banyak, terutama akun facebook yang mengusung Ismu -kb dan Ardiansyah- Alfian aswad sangat sengit diperbincangkan. Sehingga ada diantara pemilik akun pendukung fanatik salah satu pasangan, berusaha saling klaim, bahkan sampai ada yang sengaja menebar spam di halaman facebook .Sebuah proses kedewasaan demokrasi warga kutim masih sedang belajar berjalan sesuia angan mereka.yang paling penting adalah tetap terjaganya kamtibmas.Itu yang harus terus dijaga, Pada akhirnya sengketa hasil pilkada alhamdulilah dapat terselesaikan di
Pengadilan lembaga Dengan amar putusan, MK menolak permohonan pihak Pemohon.

.Dengan Demikian putusan MK tersebut menjadi jawaban dari semua pembicaraan netizen, ataupun yang sudah terlanjur pro dan kontra.Harus syarat kenyataan dengan legowo.mengingat Kutai Timur harus tetap melanjutkan kegiatan pembangunan,
kedamaian dan ketenangan harus dirasakan oleh masyarakat pasca Pilkada. yang akhirnya akan berdampak positif dalam rangka melaksanaan pembangunan, dengan berakhirnya persoalan di pilkada lewat putusan MK.Kini Kutai timur memiliki bupati baru hasil pilkada 9 desember meskipun kita menyayangkan harus berakhir dengan keputusan MK yang menyatakan putusanya, menolak permohonan pihak pemohon.
Selamat untuk bapak Ismunandar dan bapak Kasmidi bulang. Sebagai bupati terpilih, untuk memimpin pembangunan di kutim 5 tahun kedepan.Mari kita kawal Janji Kampanye ia bersama seluruh partai pengusungnya.

"Perjuangan yang luar biasa dari kami Tim Ismu KB yang memang luar biasa, Ini bukti rasa cinta atas pemimpin yang arif .. Siang malam kami terus dan terus bekerja tanpa pamrih ..Kami bangga menjadi bagian dari tim ses Ismu Kb." Demikian ungkapan rasa bangga daripak Ali Baco,lewat sosmed kepada kami.
https://www.facebook.com/aliebaco






Wonderful Kutim ~ SEJARAH SINGKAT KABUPATEN KUTAI TIMUR







DSC_0007
Sekretariat Kabupaten Kutai Timur

KABUPATEN KUTAI TIMUR, merupakan salah satu hasil pemekaran dari Kabupaten Kutai, berdasarkan Undang – Undang Nomor 47 Tahun 1999 tentang pembentukan Kabupaten Nunukan, Malinau, Kutai Barat, Kutai Timur dan Kota Bontang. Pemekaran Kabupaten Kutai menjadi beberapa otonom sejak tahun 1995, dengan melibatkan perguruan tinggi diantaranya Universitas Kutai Kartanegara dan Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Keinginan Pemerintah Kabupaten Kutai tertuang dalam keputusan DPRD Kabupaten Kutai NO. 170/SK-03/57/01/1997, tanggal 7 februari 1997 dan keputusan DPRD Provinsi Kaimantan Timur NO. 08 tahun 1999 Tanggal 31 Maret 1999.
Dengan semangat reformasi telah merespon pemerintah Pusat dan DPR-RI, sehingga melahirkan UU No. 47 Tahun 1999 dalam sidang DPR-RI pada tanggal 4 Oktober 1999, telah menyetujui kawasan kerja pembantu Bupati wilayah Muara Wahau, yang membawahi lima kecamatan yakni Kecamatan Muara Bengkal, Muara Ancalong, Muara Wahau, Sangkulirang dan Sangatta sebagai wilayah Kabupaten Kutai Timur yang beribukota di Kecamatan Sangatta. Pada tanggal 12 Oktober 1999 oleh Menteri Dalam Negeri AD Intern – Faisal Tanjung, bertempat di Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia di Jakarta, Kabupaten Kutai Timur resmi berdiri dengan ditandai Penandatanganan Prasasti serta pengangkatan Drs. Awang Faroek Ishak, MM, M.Si. sebagai Pejabat Bupati Kutai Timur.
Pada tanggal 28 Oktober 1999, sebagai pejabat Bupati Drs. H. Awang Faroek Ishak, MM, M.Si mengangkat sejumlah pejabat diantaranya Drs. Ruddy Basrun Gamas sebagai Sekretaris Kabupaten Kutai Timur pertama serta beberapa Assisten, Kepala Dinas, Kepala Badan dan Kepala Bagian dilingkungan Pemerintahan Kabupaten Kutai Timur. untuk menjalankan roda Pemerintahan, Bupati dan Sekretaris Daerah serta pejabat lainnya menggunakan Balai Desa Sangatta Utara sebagai pusat kegiatan Pemerintahan dan menyewa rumah-rumah warga masyarakat untuk kantor Dinas dan Badan lainnya. Dari gedung yang sederhana tersebut dirumuskann berbagai prĂ³gram pembangunan, termasuk pembentukan Lembaga Legislatif Kabupaten Kutai Timur.
Kehadiran DPRD Kutai Timur yang beranggotakan 25 orang dibawah kepemimpinan Abdal Nanang berkantor di gedung film Sahara, yang sekarang menjadi gedung Buana Mekar. semakin meningkatkan kwalitas pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan, Terilihnya Drs. H. Awang Faroek Ishak, MM, M.Si dan Mahyudin, ST sebagai Bupati dan Wakil Bupati Periode 2001-2006 melalui pemilihan DPRD Kabupaten Kutai Timur. seiring dengan tuntutan pelayanan pda tanggal 18 Agustus 2000, dimekarkanlah beberapa kKecamatan baru diantaranya Kecamatan Busang, Telen, Kongbeng, Bengalon, Kaliorang, dan Sandaran. sehingga menjadi 11 Kecamatan dan pada tahun 2001 Kantor Bupati dan DPRD menempati kantor baru yang berada dijalan Soekarno-Hatta.
Setelah terjadi perubahan kepemimpinan pada tahun 2003, dimana Drs. H. Awang Faroek Ishak, MM. M.Si sebagai penggagas program Gerdabang Agri mengikuti suksesi pemilihan Gubernur Provinsi Kalimantan Timur dan jabatan Bupati Kutai Timur diserahkan kepada Mahyudin, ST, MM sampai tahun 2006. Memasuki tahun ke 4 tepatnya tanggal 11 Oktober 2003, oleh Bapak DR. H. Hamzah Has, Wakil Presiden Republik Indonesia telah meresmikan Kawasan Pusat Pemerintahan Bukit Pelangi yang menjadi kebanggaan Masyarakat Kutai Timur. seiring tuntutan pelayanan dan pembangunan pada bulan November tahun 2005 diresmikan pemekaran 7 kecamatan baru, diantaranya Kecamatan Long Mesangat, Batu Ampar, Rantau Pulung, Sangatta Selatan, Teluk Pandan, Kaubun dan Kecamatan Karangan sehingga menjadi 18 Kecamatan.
Pada tahun 2006 melalui pemilihan langsung, tampuk kepemimpinan Kutai Timur kembali dipimpin oleh Drs. H. Awang Faroek Ishak, MM, M.Si dan Ir. H. Isran Noor, M.Si sebagai Wakil Bupati Kutai Timur. Pada tahun 2008 H. Awang Faroek Ishak terpilih menjadi Gubernur Provinsi Kalimantan Timur, dan jabatan Bupati Kutai Timur dipimpin oleh Ir. H. Isran Noor, M.Si dan Drs. H. Ardiansyah Sulaiman sebagai Wakil Bupati Kutai Timur sampai dengan Tahun 2011. Pada tahun 2011, pasangan Ir. H. Isran Noor, M.Si  dan Drs. H. Ardiansyah Sulaiman, M.Si memenangkan Pemilukada Kutai Timur periode 2011-20016, yang dalam perjalanannya memimpin Kabupaten Kutai Timur jabatan Bupati Kutai Timur dilanjutkan oleh Drs. H. Ardiansyah Sulaiman, M.Si hingga akhir masa jabatan Tahun 2006.
Saat ini Kabupaten Kutai Timur patut berbangga, karena dalam perjalanan panjangnya mampu melahirkan beberapa tokoh yang berada ditingkat pusat, diantaranya Mahyudin, ST, MM yang menjabat sebagai Wakil Ketua MPR-RI serta DR. Ir. H. Isran Noor, M.Si yang menjadi tokoh Nasional
Kabupaten Kutai Timur dengan luas wilayah 35.747,50 KM atau 17% dari luas wilayah Kalimantan Timur, pada awal berdirinya sebanyak 5 Kecamatan dan 54 Desa dengan jumlah penduduk masih dibawah 200 ribu jiwa, kini sudah menjadi 18 Kecamatan dan 135 Desa dengan jumlah penduduk 412.698 Jiwa. Meningkatnya jumlah penduduk Kutai Timur berdampak pula terhadap keanggotaan DPRD Kabupaten Kutai Timur yang semula sebanyak 25 orang anggota, sekarang menjadi 40 anggota. keadaan ini semakin meningkatkan demokrasi rakyat, hubungan harmonis antara Eksekutif dan Legislatif menjadikan Kutai Timur semakin berkembang, dan masyarakat semakin sejahtera.
pemekaran Kutai Timur telah membuat kawasan pesisir dan pedalaman berkembang pesat, sejumlah Kecamatan baru seperti Kongbeng, Rantau Pulung, Bengalon, Kaliorang, Kaubun dan Sandaran berkembang menjadi sentra pertanian, perternakan, dan perikanan hingga sertor lain seperti perkebunan kelapa sawit yang tersebar hampir disemua Kecamatan,
Penyempurnaan sekaligus peningkatan Kwalitas Sumber daya Manusia serta pembangunan disemua sektor, terutama akses jalan dan jembatan, berikut infrastruktur lainnya yang telah membuka isolasi dan komunikasi, serta rentang jarak dan waktu tempuh semakin dekat yang sudah dirasakan masyarakat Kutai Timur saat ini.
Sumber; Humas Kutim., BZ Vst.Kutim DSDR.


IKLAN

TRAVEL MITRA NIAGA MUARA WAHAU

SEDANG DI PUTAR SAAT INI