Rabu, 26 Agustus 2015

RENCANA SEMENTARA LOKASI KABUPATEN KUTARA





Custom Search
Home >> Headline >> Muara Bengkal Calon Ibukota Kutai Utara Sementara
SILATURAHMI: Tim Pemekaran Kutai Utara bersama Bupati Kutim Ardiansyah dan sejumlah tokoh masyarakat saat menggelar silaturahmi di Hotel Senyiur,  Selasa (25/8) malam lalu.
SILATURAHMI: Tim Pemekaran Kutai Utara bersama Bupati Kutim Ardiansyah dan sejumlah tokoh masyarakat saat menggelar silaturahmi di Hotel Senyiur, Selasa (25/8) malam lalu.

Muara Bengkal Calon Ibukota Kutai Utara Sementara

Pemkab Sudah Setuju, Gubernur Juga Merestui
SAMARINDA – Ada tiga opsi kecamatan yang akan dijadikan sebagai Ibukota Kutai Utara jika nanti sudah dimekarkan. Ketiga kecamatan tersebut, yakni Kecamatan Telen, Kecamatan Batu Ampar dan Kecamatan Muara Bengkal.
Untuk diketahui, dari 18 kecamatan di Kutim, ada delapan kecamatan yang akan memisahkan diri dan membentuk Kutai Utara, yakni Batu Ampar, Busang, Kongbeng, Muara Ancalong, Muara Bengkal, Muara Wahau, Telen dan Long Masengat. Total luas wilayah Kuati Utara sekitar 17 kilometer persegi.
“Sementara di Wahau ada kantor pembantu bupati dan di Muara Bengkal ada areal bekas perkantoran Sumalindo di atas lahan seluas 50 hektare. Dua ini jadi kantor sementara (Kabupaten Kutai Utara). Tapi kedepan, dua tempat strategis untuk Ibukota Kutai Utara, yakni Telen dan Batu Ampar,” kata Ketua Tim Pemekaran Kutai Utara, H Majedi Effendi usai menemui Gubernur Awang Faroek Ishak, Rabu (26/8).
Dia mengatakan, di Kecamatan Telen saat ini ada lahan kosong seluas 200 hektare, bahkan sudah ada surat hibah lahan. Sementara di Kecamatan Batu Ampar ada ratusan hektare lahan yang tersedia, namun kendalanaya saat ini adalah sebagian lahan masuk KBK Group perusahaan milik Prabowo.
Untuk persyaratan teknis dan administrasi, kata dia, Kutai utara sudah mengantongi SK dari kabupaten Induk. Saat ini, hanya tinggal persetujuan DPRD Kaltim dan SK Gubernur Kaltim. “Di DPRD, dalam waktu dekat akan paripurna, kemudian SK Gubernur nggak lama keluar, kemudian ini kita ke pusat,” sebutnya.
Saat ini, kata dia, sudah ada link yang terbangun dengan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Komisi II DPR RI. “Kita juga berharap bantuan wakil kita (8 anggota DPR Dapil Kaltim),” sebut Majedi.
Selain itu, pemekaran ini sangat berpotensi membangun Kutai Utara dan Kutai Timur. Apalagi berdasarkan kajian akademis dan ilmiah yang dilakukan UGM dan Unmul soal Kutai Utara, terungkap jika potensi yang dimiliki Kutai Utara sangat luar biasa.
Saat ini, total ada 60 perusahaan sawit dan ada 20 pabrik industri pengelolaan Crude Palm Oil (CPO), hal ini ditambah banyaknya izin Usaha Pertambangan (IUP), meski belum dieksplorasi oleh pemengan IUP. “Kajian Unmul dan UGM itu pada 2010, potensi kita (Kutai Utara) sangat luar biasa,” sebutnya.
Pemakaran ini, tambah Majedi, juga sangat diperlukan karena sampai saat ini banyak hanya kecamatan Telen dan Wahau saja yang dikatakan maju dalam hal infrastruktur. Sedangkan kecamatan lainnya tertinggal infrastrukturnya seperti Muara Bengkal, Muara Angcalong, Bungsang.
Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak mendukung upaya pemekaran ini. Pemekaran ini juga merupakan salah stau cara untuk mempercepat pembangunan sehingga rakyat bisa sejahtera. “Saya cuma berpesan agar semua syarat dipenuhi, dukungan DPRD, setelah itu ke Kemendagri dan DPR RI agar masuk Prolegnas bersama rencana pemekaran Berau Pesisir, Sebatik dan Paser Selatan. Empat rencana pemekaran kebupaten itu akan diperjuangkan,” terangnya.
Sebelumnya, tim pemekaran bersama tokoh masyarakat Kutai Utara melakukan pertemuan dengan Bupati Kutim Ardianysah. Bupati Ardiansyah Sulaiman menegaskan, jika pembentukkan kabupaten baru telah disetujui oleh Pemkab maupun DPRD Kutim. Bahkan Pemkab telah membentuk tim fasilitasi pemekaran yang diketuai langsung oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Setkab Syafruddin.
“Kita sudah menandatanganinya, dengan demikian tugas tim tersebut adalah mengawalnya sampai keluarnya undang-undang pemekaran. Masyarakat Kutim tidak perlu khawatir atas terjadinya pemekaran nantinya, karena kita masih memiliki tambang batu bara, minyak, perkebunan, laut, dan mampu mengembangkan pariwisata yang begitu luar biasa potensinya untuk digarap dengan baik,” ungkapnya pada Koran Kaltim. (ami/ ton515/ar614)
DISADUR DARI KORAN KALTIM ON  LINE .

IKLAN

TRAVEL MITRA NIAGA MUARA WAHAU

SEDANG DI PUTAR SAAT INI