Jumat, 12 Juni 2015

EDITORIAL :MENJELANG BULAN RAMADHAN MUARA WAHAU DAN KONGBENG HARGA PASAR MULAI MERANGKAK NAIK.

Sepertinya sudah jadi kebiasaan,setiap tahun kegiatan pasar dan bisnis di pasar memang tidak dapat di pungkiri bahwa hal itu merupakan moment yang menurut pengamatan sudah terlalu berani ,para penjual di pasar Kongbeng dan Muara wahau melakukan hal itu.<Menaikan harga tanpa kompromi dengan atau dari pihak pemerintah.
Sebaiknya mohon untuk dipahami oleh para pelaku bisnis perdagangan di pasar,yang ada di 2 wilayah kecamatan Muara wahau dan Kongbeng,Agar bersikap bijak dalam melakukan kegiatan jual belinya.Mengingat di wilayah kita tidak semua warga masyarakat berkecukupan ekonominya,kecuali jika mereka menaikan juga harga jual hasil pertanian lokal? Mungkin itu masih dapat kita mengerti dan pahami.Tetapi jika tidak? ini sungguh tidak adil.


Sama-sama kita akui memang,dahulu mereka selalu berkilah dengan alasan biaya ongkos belanja ke ibu kota sangat mahal,karena diakibatkan kondisi jalan raya yang sangat buruk dan sulit di lalui,bahkan bisa menanggung resiko kerugian luar biasa.Hingga mereka pantas untuk menaikan harga bahan pokok yang mereka dapatkan dari ibu kota samarinda atau Berau.,saat  mereka menjualnya di pasar tujuan akhir,Muara wahau dan Kongbeng.,dengan harga 2 kali lipat.

Tetapi saat ini kondisi jalan menuju ibu kota sudah sedikit meningkat baik,dan tidak terlalu banyak menanggung resiko kerugian akibat kondisi jalan,seperti alasan mereka para pedagang di pasar Muara wahau dan  Kongbeng? sangat tidak adil dan  menekan terlalu sakit,yang dirasakan oleh kaum pembeli yang  penghasilanya pas-pasan.

Bukankah selama ini kaum pembelipun tidak sulit menerima saat anda menawarkan harga pada pembeli? jarang bahkan langka Pembeli menolak atau protes ,saat anda menawarkan barang jualan anda yang tinggi sekalipun.. Paling  banter pembeli akan pergi meninggalkan dagangan anda ,itu karena uang yang di bawanya tidak cukup?Mungkin karena banyak barang lain yang akan di belinya? selama pengamatan di wilayah kita  para pembeli atau warga masyarakat kita selalu on cash.atau of cash with smille ,atau kontan membeli atau menolak dengan senyum ?? bukan??.Beda jauh jika anda berdagang di jawa atau buka toko di jawa,anda harus menghadapi para pembeli yang super cerewet emosiopnal dan profokatif.!

Kita bersyukur masyarakat kita tergolong masyarakat yang santun dan baik hati saat berbelanja..Terbukti di wilayah kita tidak pernah ada orang bergerombol dan demo memprotes kenaikan harga yang dilakukan secara sepihak oleh para pedagang bukan?Walaupun kita sama tau.Harga BBM eceran ilegal atau legal dijual dengan harga tinggi ,kita tetap mampu membeli dan harus mampu membeli?? Tanpa harus melakukan demo? dengan gagah berani bahkan mereka  warga masyarakat kita bilang. Yang penting barangnya ada Mas.. berapapun saya beli karena saya butuh. !
Saya sempat terkejut dan tercengang mendengar pernyataan seorang warga yang saya kenal percis orangnya dan sumber penghasilannya. Didepan orang banyak dia bangga mengatakan dan menyatakan kemampuan dirinya>?


Hahaha.. kalau di daerah lain Jawa misalnya? orang sepertinya akan jadi celotehan dan cemoohan orang  atau warga lainya.. Disini>? tidak!
Masing masing warga mencari cara aman untuk memenuhi kebutuhan yang sangat mahal di Muara wahau dan Kongbeng.
Semoga jadi bahan renungan untuk para pelaku bisnis di 2 Pasar kita.
Penulis Adien Janwarie.

IKLAN

TRAVEL MITRA NIAGA MUARA WAHAU

SEDANG DI PUTAR SAAT INI