Jumat, 10 Juli 2015

KISAH :PENJUAL SAYUR KELILING

Untuk pengguna Apple KLIK DISINI
Untuk pengguna Blackberry KLIK DISINI
Internet Radio

Matahari pagi nampak masih kuyu, sepertinya belum
siap menyinari Desa Marga mulya., suara tadarusan pagi masih terdengar dari Musholah besar yang di bangun oleh komunitas Muslim pengusaha lokal pasar Marga mulya kongbeng.Belum nampak banyak banyak kendaraan di bundaran simpang marga muilya ini, sebuah desa yang begitu cepat berkembang, melesat jauh tingkat perekonomiannya di banding desa eks tran lainya. Wiwit baru saja pulang dari Musholah, gadis cantik berhijab ini kembalii menyiapkan aksesoris alat dagangannya .. Motor supra keluaran tahun 2000, keranjang untuk mengangkut sayuran yang akan di jualnya hari ini.
Mumpung masih liburan sekolah, katanya Wiwit rajin berjualan sayuran keliling, memasarkan barang dagangan milik Pak Mul, yang di ikutinya, setiap hari Wiwit memasarkanya ke setiap rumah yang ada di gang dan jalan yang ada di enam desa di kongbeng ..
"
'Wit .. hari ini berapa banyak jenis sayuran yang akan kamu bawa? "
Tanya pak Mul sambil membantu menaikan keranjang ke atas jok motor Supra,
"Kayanya cukup banyak pak, de. Karena wiwit dapat banyak pesanan Labuh kuning dan singkong juga pisang tanduk..Bu Ani memesan banyak pisang tanduknya" sahut Wiwit sambil mengemasi dan mengikat pisang tanduk pesanan pelanggannya.
"Pak de saya mungkin agak telat pulang nanti, usai penjualan saya mo ikut yasinan di mesjid jalan kamboja. Kalo pulang dulu tanggung .. jam sembilan nanti juga saya mo kursus komputer dan ikutan latian bhasa inggris dengan club saya pak de ..."
"Yo ..diatur wae waktune, la wit masih puasa toh?" tatap Pak mul penuh bangga.
"Masih toh pak, de.Mudah mudahan habis ,, hehehe"
"Lha pesenanmu yang kemarin jadi ga.pak de sudah sampaikan ke Bu Paloma ..?"
"Jadi toh, pak de, kalo Dpnya pak De talangi dulu ya .. heheh .."
"Ya..ya la uangmu di pak de juga masih utooh ngene ko?"
"Heheh makasih pak de, Wit brangkat dulu .. Asalamualaikum .."
"Ya .. Walaikum salam..hati hati."

Jarang dan mungkin langka, anak remaja seusia wiwit, yang baru mau nanjak ke 15 tahun usianya sudah mau mengisi waktu kosongnya dengan berjualan, menjajakan sayur sayuran yang biasanya dilakukan oleh ibu-ibu. Itupun kesanya ndeso dan tdak bergengsi .. bagi remaja seusianya.tapi wiwit tak seperti anak remaja lainnya kebanyakan.Padahal dia anak dari kalangan cukup mampu, ayahnya punya kebun sawit, dan tergolong orang mampu. Cuma ayahnya cerai dari ibunya ibunyapun bukan seorang janda miskin .. dia dapat bagian beberapa hektar kebun sawit usai cerai dengan bapaknya.

Wiwit memilih hidup dan tinggal di pesantren ketimbang ikut ayah atau ibunya, yang hidupnya penuh dengan maksiat .. ayahnya terlibat jadi kota judi sambung ayam, ibunya juga sering keliatan jalan sama om-om dan cowok bermobil, tampilan ibunya lebih muda 20 tahun .. padahal usianya sudah 40 tahun ..
 wiwit adalah anak ke tiga dari tiga bersaudara, kakanya cowok dan cewek, mereka masih sma dan kakak pertamnya juga sudah nikah dan kini tyinggalnya ga tau dimana .. kakanya yg cowok milih sekolah di sma sangata. Gaya hidup yang saling bertolak belakang itulah yang membuat Pak Mul merasa sangat priatin dan perhatian pada Wiwit.
Suatu hari Wiwit nampak nangis dan di marahi ibunya yang melihat nya sedang berjualan mengantarkan sayuran di rumah laki-laki yang kebetulan pacar ibunya.

"Wiwit kamu nih ..kan kamu di pesantren ngapain kamu keluyuran ngantar-ngantar sayuran segala? Bikin malu orang saja. Apa ibu kurang ngasih uang buat biaya hidupmu? Memalukan pulang kamu ke pesantren.nanti pak ustadnya ibu telpon..suruh larang kamu keluar penjualan sayur..itu alasanmu saja supaya bisa bebas keluar rumah dari lingkungan pesantren kan .. begitu marahnya sang ibu.
Sambil menyuruh Laki-laki yang ternyata tinggal dengan ibunya, masuk ke ruang dapur .. Sementara ibunya nampak masih mengenakan daster tipis, sambil mengambil sayuran yang dibeli pacarnya ..
"Ampuunn wiwit, Kamui ini bukin malu aku saja .. pulang sana cepat nih uang bawa dan pakai sesukamu .. hadeuuh .."

Hatinya hancur, malu campur marah..melihat kenyataan pagi itu di jalan mawar. Ternyata ibunya tinggal dengan laki-laki pak de yang jadi langganan sayuran yang di jualnya.
"Asalamualaikum bu ustad"

"Waalaikum salam..wiiwit pulang penjualan kok menangis. Kenapa sayang ..?" Tegur bu ustajah .. saat wiwit baru nyampai ke rumah pondokannya .. Wiwit menunduk dan belum menjawab ..
dengan sabar buu ustadjah mengikuti wiwit ke ruang ngajinya.
"Maaf bu ustad, hari ini saya kelelahan dan mungkin sy tidak bisa ngikuti pelajaran dari bu ustad, saya ingin menenagkan diri dulu .." "Bu ustdjah menatap serius kearah tubuh dan wajah Gadis remaja yang dikenal paling rajin di pondokannya itu dengan hati-hati dan penuh perhatian ..
"Sayang .. apa yang terjadi padamu .. ceritakan sama ibu ya? Biar wiwit bisa tenang..ok .. ibu siap dengarkan dan siap berbagi denganmu Wit."

kemudian wiwit merangkul dan menangis sejadi-jadinya di pangkuan bu ustadjah Marni. sambil menceritakan apa yang di lihatnya tadi saat berjualan sayur.
"Saya malu pada orang sekitar nya yang liat saya dimarahi sama ibu .. saat ibu kepergok sama saya sedang tinggal serumah dengan om itu .. om itu langganan sayuran saya..dia juga sering memborong sayuran saya saat sayuran saya tidak habis dijual .. om itu baik sama wiwit. tapi ternyata..dia itu .... Buuu ustad saya kecewa saya sedih saya marah sama ibu ,, dan om itu .. apakah saya dosa sama ibu jika saya benci padanya..bu Ustad ... ?? "

Bu Marni menatap penuh iba dan masih membiiarkan Anak asuhnya mencurahkan semua kekesalan dan kesedihannya .. Tak terasa Bu ustad Marnipun meneteskan air matanya.mendengar penuturan Wiwit.
"Sabar ya wit, kamu anak yang baik dan rajin .. marah sama ibu itu tidak selalu berdosa, jika apa yang wiwit alami itu benar. Wajar wiwit marah sedih dan benci pada apa yang wiwit alami.Dan wiwit lihat.tadi ..
Kemudian bu Ustd menyuruh wiwit ambil wudhu dan sholat dhuha .. seperti kebiasaan yang dilakukan oleh para santri lainya di pondok pesantren itu.

 Ketika suara para santri yang tadarusan mulai melemah karena memang sudah.larut malam, berganti suara jangkrik yang seperti tengah berjikir meminta hujan, yang memang lama tidak turun, di Muara wahau ini ..
usai membaca ayat suci Wiwit didekati Bu Ustad Marni ..
"Ibu belum istirahat?" Tanya Wiwit
"Heheh justru ibulah yang seharusnyan tanya sama wiwit, Kenapa ga langsung tidur..kaya biasanya?"
"Masih trauma kejadian itu bu, bu bisa tanya ga?"
Wiwiwt menatap tajam kearah guru ngajinya.
"Tanya apa? Ya bisa dong..silahkan Wit mo tanya apa?"
"Selama ini wiwit di kirimi uang banyak sama ibu dan bapak, tapi uang dari ibu dan bapak enggak pernah wiwit pake, karena ingat pesan pengajian Pak Ustad beberapa bulan lalu .. Kita tidak bisa makan dan dapat kan uang dari hasil judi dan mencuri juga bu .
sejak saat itu saya tidak pernah lagi mau menggunakan uang ayah .. atau ibu.untuk belanja atau bayaar pondok ini bu. ,, Saya ragu untuk mengeluarkan dana itu, makanya wit, penjualan sayur untu menghubungkan semua kebutuhan Wit..malu .. karena setau kita bapakku seorang bandar judi sambung ayam dan itu kata pak ustad adalah uang haram .. ?? lalu mau dibuat apa dong bu ustad uang segini banyak di rekening wit .. kalo wit kembalikan pasti bapak dan ibu tersinggung dam marah besar ..

Bu Ustad melempar senyum manis, sambil meraih bahu Wiwit, yang sedang merapikaan buku dan kitab alquran, usai dibacanya.
Seraya berkata ..
"Wit, pemberian ayah ibu itu tujuanya baik namun mengandung unsur haram dan melanggar syariah agama kita, namun ibu tau wiwitpun akan kesulitan menolak pemberian itu, maka menurut ibu sih ya biarkan saja simpan di bank. Dan kelak wiwit kembalikan saja dengan cara lain .. dan biarkan ortumu bangga dan puas, seolah wiwit telah memfaatkan uang pemberiannya dengan ikhlas .. bisa ibu kasih pendapat? .. "
Wa bu Ustad yang sejuk dipandang itu makin bersinar terkena cahaya lampu ruang kamar tidur Wiwit, sebuah pancaran aura keimanan yang timbul dari wajah seorang wanita berusia 25 tahun, yang membaktikan dirinya dalam rangka mendidik keimanan remaja kongbeng, wanita lulusan Alazhar itu konon belum punya kekasih, padahal banyak laki-laki ngantri ingin meminangnya. Namun wanita itu masih ingin mengamalkan ilmunya untuk peserta didik yang aa di pondok pesantren ini.
"Maksud ibu? Uang itu tetap dikembalikan pada ayah dan ibu? Lalu gimana caranya bu?"
 Ustajah cantik itu tersenyum, lalu ..
"Daftarkan ayah dan ibumu untuk pergi umroh .. itu lebih baik .. masalah halal haramnya uang itu kita serahkan saja pada allah aja waja la, namun niat kita adalh membahagiakan ortu. Dari pada wiwit kembalikan terang-terangan? Itu akan memnjadi masalahkan buat wiwit .gimana? Wiwit setuju? "
Wiwit tersenyum lega ...
"Oya .. yah heheh ibu cerdik dan cerdas .. Ibu dulu pernah bilang kalo dirinya ingin pergi umroh atau naik haji, tapi keburu ada masalah sama ayah..hingga rencana itu gagal deh .. heheh sekarang uang ibu dan ayah udah ada seratus delapan puluh ribu..bu ..? "
Bu ustad terkejut ..
"Subhan allah ... sebanyak itu uang ortumu terkumpul? Dn Wiwit tidak membelanjakannya? Luar biasa kamu wit ..?
Ibu Marni ustad cantik itu memeluk wiwit dengan sepontan, luar biasa ?? ya sobat..Gadis remaja seusia wiwit pandai mengumpulkan uang sebanyak itu pemberian ortunya selama dia menempuh pendidikan di pondok itu?
Ok saya lanjut critanya,
Siang Hari Usai sholat ied, dan silaturahmi, Wiwit menemui ibunya yang sedang memangis di kamar tidur sendirian .. "Asalamualaikum, bu .. maaf wit mengganggu.bisakah wit masuk"
"Walaikum salam..ya sayang masuklah ... mana kk mu?"
jawab ibunya dari dalam kamar, lalu membuka pintu kamarnya.
"Kk sedang ketempat ayah, Bu bisa ga wiwit bicara sama ibu ..?"
"Sayangku .. ya tentu sja bisa dong .. masuklah ada apa?"
Wajah ibunya masih nampak sembab karena menangis semalaman, wiwit pun tak tahan melihat kondisi ibunya yang begitu sedih, .. lalu ..
"Bu wiwit pernah dengar ibu mau banget pergi umroh kan?" Dengan polos Wiwit menatap wajah ibunya ..
Ibunya mendengar kata-kata wiwit tersenyum dan meraih tubuh anaknya dengan makin menagis ..tersedu ..
"Iya sayang ibu pernah berencana itu, namiun sekarang tinggalah mimpi .. ga mungkin lagi uang ibu udah habis untuk biayai kalian dan hidup ibu yang penuh dosa ini anakku ... hiks ..."
Tak ayak kedua insan anak dan ibu itu kembali pecahkan tangis yang amat memilukan ...
"Semua itu terjadi karena ayah .." .. Tapi wiwit langsung menutup mulut ibu dengan jari manisnyaa ..
"Sttt ibu .. pandanglah Wiwit .. semua mimpi ibu akan terlaksana .. yakinlah dan bersyukurlah bu .."
Ibunya yang masih menyeka air mata itu lalu menatap tajam serius ke arah Wiwit putrinya tercinta ..
"Maksud Wiwit apa sih sayang ...?"
wiwit mengeluarkan surat yang berisi pendaftaran lunas peserta umroh buat atas nama Ibunya.
Dan juga ayahnya ..
Ibu Wiwit menatap wajah wiwit dengan semakin sembab ... airmatanya kembali mengucur ...
Haru bangga dan hampir tidak percaya ...
"Kakak pun ke tempat ayah dan menyerahkan kertas ini sama isinya bu .. Cuma saratnya Ibu harus rujuk dan kembali bersatu dengan ayah..ya .. ?? bu .. kami ingin ibu dan kita semua kumpul lah kembali ... kami igin rumah tangga kita utuh bu ... "
Haru, bangga dan entah apa lagi yang ada dalam hati ibu in .. saat meneerima kertas dan isinya surat pernyataan bahwa didirnya adalah peserta umroh tahun ini dan akan segera berangkat minggu ini?

"Terima kasihh anakku sayang ... terima kasih sayang ..." cuma kalimat itu yang terucap dari ibu wiwit yang kembali merangkul dan menangis dipelukan anaknya ...


Siang hari pukul sembilan harin sabtu .. Petugas dari Biro perjalanan menjemput kedua orang tua Wiwit, kedua anak itu bangga dapat mengumrohkan dan menyatukan ortunya kembali ..
Di sambut Pak ustad dan bu Ustadjah mereka berkumpul di teraas pondok, lalu wiwit dan Wanto anak dari Bu Armah dan Pak Arman itu meminta Pak ustad mendoakan kepergian Umroh ortunya..dengan sedikit acara wiwit mengundang semua temanya dan mengajaknya makan-makan di pondok semua santri terharu dan bangga dengan cara yang dilakukan wiwit serta Wanto kakanya. mereka bertepuk tangan sangat riuh .. saat usai mendengarkan pidato dan doa pak ustad.

"Hadirin dan anak-anakku sekalia, saya selaku pimpinan pondok mengucapkan rasa bangga dan haru tak terhingga atas apa yang dilakukan Wiwiwit sahabat kita dan santriwati kita ini, saya sendiri tidak tau rencana luar biasa wiwit yang kita kenal adalah sosok gadis manja dan rajin bekerja. Namun allah telah memberikan petunjuk baik buat kita semua, akhirnya ayah dan ibu wiwit bisa berkumpul kembali bahkan di brangkatkan umroh oleh wiwit dan Wanto hari in .. Alhamdulilah .. selamat buat Wiwit dan Wanto juga ibu-bapanya..semoga kalian tetap dalam lindungan allah swt..amin ... Selamat jalan ke tanah suci Kami meridoi dan mendokan kalian Ibu dan ayah Wiwit ... "
burung kecil terbang dan menari riang, diatas dedaunan pohon dan bebungaan yang ada di depan pondok pesantren itu, matahari tiba-tiba meredup terhalang sang mega putih seolah melindungi kedua ortu wiwit yang nampak malu-malu bergandengan tangan memasuki mobil sedan yang disiapkan petugas ONH Plus. Bu Ani dari Armina reka perdana Sp Dua Muara wahau.Jalan poros.

Di iringi doa dan salawat nabi oleh seluruh santri wiwit dan Wanto melepas ibu dan ayahnya untuk peergi umroh ke tanah suci.
Acara pengantar Umroh yang diam diam disiapkan oleh bu ustad itupun berakhir dengan lancar ...
"Bu ustad ....." teriak wiwit saat mobil sedan itu tak terlihat lagi ...
Wiwit memeluk erat Ustadah cantik itu .. "Terima kasih untuk semuannya Buuu ... terima kasih mooga allah membalas dengan beribu pahala untuk ibu dan pak Ustad ..." 
"Amiin .. Amin .. Wit sudahlah .. kami ikut bangga padamu .." Air mata haru mengalir lembut di tepian rona pipi Ustadjah Cantik itu. lalu mengajak wiwit masuk ke ruang belajar pondok pesantren Daruul Ulum.

 Cerita ini hanya fiktif, belaka namun saya terinfirasi oleh kisah dari seorang teman saya ..
TAMAT.

CERITA INI 
KIRIMAN DARI TRIA NURHAYATI 
SISWI SMKN MUARAWAHAU KELAS 3 
ATPH




SEKILAS BERSAMA SANG PENULIS:
lahir di Purworejo Jawa tengah 17 tahun lalu, doi ttinggal di desa Sri pantun Jalan Merbabu.  Tengok apa saja kegiatanya selama bulan puasa dalam liburan panjangnya.
Kita temui yuk, apa saja kegiatan Gadis remaja yang satu ini. 
Tria begitu nama panggilanya, memang cukup kreatif dan rajin, hampir tak ada waktunya untuk bersantai atau ngerumpi kacau dengan teman-temanya yang biasanya punya geng gaul 
Kegiatan keseharianya cukup sederhana, tidak seperti remaja lain yang suka pahlawan wiri dengan Motor, sibuk cheting di medsos ga jelas, ngabisin pulsa yang minta dari ibu..hehehe, yang suka ngabisin bensin ajah, kesana kemari ngeceng dan memamerkan gadget terbarunya, nongkrong bareng temen di berbagai tempat, ke gorong-goronglah, ke jembatan lah, kebendunganlah? sku ga suka gaul kaya gitu bang ..
akulebih suka kumpul ibu dan teman di rumah .Sambil praktek nanam sayuran dirumah, dipekarangan rumah. Ikuti jagain anak orang..kan lumayan dapat upah buat uang jajan lebaran nanti hehehe .. Demikian tuturnya, lugu ..
ketika


IKLAN

TRAVEL MITRA NIAGA MUARA WAHAU

SEDANG DI PUTAR SAAT INI